BONE BOLANGO - Musibah kebakaran hebat yang menghanguskan ruang kelas di SDN 7 Bulango Utara pada Mei 2022 lalu tampaknya masih meninggalkan luka mendalam. Hingga memasuki pertengahan tahun ini, duka akibat bencana tersebut rupanya belum sepenuhnya pulih lantaran fasilitas belajar mengajar di sekolah yang terletak di Desa Kopi tersebut belum rampung diperbaiki.
Kondisi ini mencuat kembali ke permukaan dan menjadi sorotan tajam dalam agenda reses yang digelar oleh Anggota DPRD Bone Bolango, Sofyan Wahidji. Pihak sekolah dan perwakilan orang tua murid memanfaatkan momen tersebut untuk menumpahkan keluh kesah mereka yang sudah tiga tahun menanti kepastian.
Berdasarkan aspirasi yang berkembang, dari tiga ruangan yang ludes dilahap si jago merah, baru dua ruangan yang berhasil dibangun kembali oleh pemerintah daerah. Sementara itu, satu ruangan lainnya masih dalam kondisi rusak berat dan belum tersentuh anggaran perbaikan sama sekali.
Akibat keterbatasan ruangan yang belum tuntas ini, aktivitas akademik di SDN 7 Bulango Utara dinilai belum bisa berjalan dengan optimal 100 persen. Beberapa rombongan belajar terpaksa harus menyesuaikan diri dengan kondisi fasilitas yang ada, yang tentu berdampak pada psikologis dan kenyamanan siswa.
Kondisi pincang yang telah berlarut-larut ini memantik perhatian serius dari Sofyan Wahidji selaku aleg yang mewakili masyarakat wilayah Tapa-Bulango. Menanggapi jeritan dari pihak sekolah, Sofyan berjanji tidak akan tinggal diam dan menjadikan isu ini sebagai salah satu agenda prioritas yang harus dituntaskan.
"Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita belajar dalam kondisi fasilitas yang tidak lengkap terlalu lama. Pendidikan adalah modal masa depan daerah ini. Dua ruangan sudah selesai, tinggal satu lagi, dan ini yang akan kita dorong penuh agar mendapat porsi anggaran," ungkap Sofyan saat diwawancarai awak media hari ini.
Melalui fungsi pengawasan yang melekat pada dirinya, Sofyan mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera melakukan peninjauan kembali secara berkala. Ia berharap instansi teknis siap menyinergikan data kelayakan fisik bangunan ini agar proses penganggaran ke depan berjalan mulus tanpa kendala administratif.A
