AN News - Tim Nasional Korea Selatan sukses mengawali kampanye Piala Dunia FIFA 2026 dengan torehan gemilang. Melakoni laga pembuka Grup A di Stadion Guadalajara, Meksiko, hari ini, skuad berjuluk Taegeuk Warriors tersebut menunjukkan mentalitas baja setelah berhasil membalikkan kedudukan untuk menumbangkan perlawanan sengit Ceko dengan skor tipis 2-1.
Gelandang kreatif, Hwang Inbeom, keluar sebagai aktor utama dalam laga ini. Pemain berusia 29 tahun tersebut membuktikan kelasnya di panggung dunia dengan mengarsiteki seluruh gol kemenangan Korea Selatan—mencetak satu gol penyama kedudukan dan menyumbang satu assist krusial pada sepuluh menit terakhir babak kedua.
Dominasi Tanpa Hasil di Paruh Pertama
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh pengadil lapangan, Korea Selatan langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan motor serangan dari Lee Kangin dan kecepatan sang kapten, Son Heungmin, transisi ofensif Korsel beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Ceko.
Peluang emas pertama tercipta pada menit ke-14 ketika Lee Kangin melepaskan sepakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti. Namun, ketangguhan penjaga gawang Ceko, Matej Kovar, berhasil mementahkan peluang tersebut. Son Heungmin juga mendapatkan beberapa momentum matang di lini depan, termasuk sebuah peluang terbuka di masa injury time babak pertama. Kendati demikian, disiplinnya lini belakang Ceko membuat skor kacamata (0-0) bertahan hingga turun minum.
Petaka Bola Mati dan Respon Kilat Skuad Ginseng
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan semakin terbuka. Matej Kovar kembali menjadi pahlawan Ceko setelah menggagalkan peluang satu lawan satu dengan Son Heungmin pada menit ke-56.
Keasyikan menggempur, gawang Korea Selatan justru bobol lebih dulu pada menit ke-59 lewat skema bola mati yang mengejutkan. Berawal dari lemparan ke dalam jarak jauh yang dilepaskan Vladimir Coufal dari sisi kanan, kapten Ceko, Ladislav Krejci, memenangkan duel udara dan melepaskan sundulan tajam yang menghujam deras ke sudut gawang Kim Seunggyu. Skor 1-0 untuk keunggulan Ceko.
Tertinggal satu gol tidak membuat kolektivitas permainan Korea Selatan goyah. Skuad asuhan Tae-geuk Warriors hanya membutuhkan waktu delapan menit untuk merespons. Pada menit ke-67, memanfaatkan umpan terukur dari Lee Kangin, Hwang Inbeom melakukan pergerakan cerdik memotong ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tendangan chip elegan yang mengecoh Kovar. Papan skor berubah imbang 1-1.
Oh Hyeongyu Kunci Kemenangan, Kim Seunggyu Heroik
Momentum kebangkitan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Korea Selatan untuk terus menekan. Hasilnya, pada menit ke-80, aksi individu Hwang Inbeom di sektor kanan diakhiri dengan umpan datar akurat ke jantung pertahanan lawan. Oh Hyeongyu yang berdiri bebas tanpa celah langsung menyambar bola dengan penyelesaian dingin. Korea Selatan berbalik unggul 2-1.
Ceko mencoba keluar menyerang total di sisa waktu pertandingan demi memburu gol penyeimbang. Peluang terbaik mereka lahir pada menit ke-82 melalui sepakan keras Adam Hlozek. Beruntung, kiper veteran Kim Seunggyu melakukan penyelamatan heroik dengan menepis bola yang mengarah ke pojok gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, keunggulan 2-1 untuk Korea Selatan tetap tidak berubah.
Kutukan Eropa dan Peta Persaingan Grup A
Kemenangan dramatis ini tidak hanya mengamankan tiga poin krusial bagi Korea Selatan untuk menempel ketat Meksiko di papan atas klasemen sementara Grup A, tetapi juga memperpanjang rekor impresif mereka di panggung dunia. Hasil ini menegaskan status Korea Selatan sebagai momok menakutkan bagi wakil Benua Biru, setelah sebelumnya mereka sukses menumbangkan Portugal 2-1 pada Piala Dunia 2022 dan menenggelamkan Jerman 2-0 pada edisi 2018.
Di sisi lain, kekalahan ini memaksa Ceko untuk melakoni laga hidup-mati pada matchday berikutnya demi menjaga peluang mereka lolos ke fase gugur.
