AN NEWS — Timwas haji DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menekankan pentingnya menjaga imunitas jamaah ditengah cuaca ekstrem, Hal ini penting demi menjaga kesehatan menjelang hari puncak haji beberapa hari kedepan. Perjalanan ibadah haji sejatinya merupakan potret nyata dari perpaduan antara kekuatan spiritualitas keimanan dan ketangguhan fisik seorang hamba. Menghadapi momentum puncak haji yang sudah di depan mata, kesiapan daya tahan tubuh bagi ribuan jemaah asal Indonesia kini menjadi fokus perhatian kemanusiaan yang sangat mendalam bagi banyak pihak.
Saat meninjau langsung arus keberangkatan jemaah di pintu Bandara Soekarno-Hatta, Anggota Timwas Haji DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menggarisbawahi realita di mana banyak jemaah belum sadar akan pentingnya pembiasaan latihan fisik. Padahal, medan ibadah di Arab Saudi dikenal memiliki karakteristik cuaca yang sangat menantang bagi fisik manusia, terutama bagi lanjut usia.
Ketiadaan persiapan olahraga atau aktivitas penunjang stamina sebelum berangkat berdampak pada tingkat kelelahan yang cepat melanda jemaah saat tiba di lokasi. Ritme perjalanan ibadah yang panjang dan padatnya agenda syariat menuntut energi besar yang tidak bisa dipasok secara dadakan tanpa latihan sebelumnya.
Dalam konteks kemanusiaan, Timwas DPR juga memikirkan kondisi jemaah yang saat ini masih harus berbaring sakit di bangsal perawatan Madinah. Diperlukan langkah penanganan medis yang cepat dan responsif agar mereka tidak kehilangan momentum utama untuk melaksanakan wukuf bersama jemaah lainnya.
Neng Eem menyampaikan bahwa sentuhan layanan medis kepada jemaah sakit tidak boleh kering dari nilai empati dan kemanusiaan. Pendampingan psikologis secara berkala dinilai mampu membangkitkan daya imun alami dari dalam tubuh sang pasien, sehingga motivasi untuk sembuh menjadi lebih tinggi.
Narasi perjuangan jemaah haji ini menjadi alarm bagi seluruh elemen penyelenggara untuk menaruh perhatian lebih pada aspek mitigasi kesehatan. Perlindungan terhadap nyawa dan kesehatan jemaah adalah hukum tertinggi dalam manajemen operasional haji nasional yang harus dipertahankan secara konsisten.
Melalui penguatan layanan dari hulu ke hilir ini, diharapkan tidak ada lagi kisah jemaah yang terlantar karena kendala fisik yang tidak tertangani. Semangat gotong royong antar-petugas menjadi pilar utama untuk mengantar para jemaah meraih gelar haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat.
