AN Net -Kehebatan Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri dalam melacak buronan kelas kakap kembali teruji lewat penangkapan AFT di Penang, Malaysia. Operasi senyap yang dilakukan pada Minggu (5/4/2026) ini membuktikan bahwa koordinasi internasional yang digawangi oleh Polri mampu menembus batas-batas negara. AFT, yang dikenal dengan julukan "The Doctor," tak lagi berkutik setelah pelariannya berakhir di tangan petugas gabungan.
Langkah taktis yang dilakukan Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri ini merupakan respons cepat atas status Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Bareskrim Polri. Meski tersangka sempat menunjukkan kelihaian dengan meloloskan diri dari upaya penyergapan di Kuala Lumpur, tim Interpol Polri tidak kehilangan jejak. Ketangguhan mental dan ketelitian intelijen menjadi kunci utama hingga persembunyian tersangka di wilayah Penang akhirnya terbongkar.
Ses NCB Interpol Divhubinter Polri, Untung Widyatmoko, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja sama solid dengan Special Branch PDRM Malaysia. Sejak awal Maret 2026, Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri terus melakukan pertukaran data dan pemantauan pergerakan tersangka secara real-time. Sinergi ini memastikan bahwa setiap celah pelarian yang coba dimanfaatkan oleh AFT dapat ditutup rapat.
Peran Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri sangat krusial mengingat AFT bukan sekadar pelaku biasa, melainkan distributor utama jaringan narkotika lintas negara. Sebagai "The Doctor," ia memiliki kendali atas pasokan sabu dan zat etomidate ke Indonesia. Dengan tertangkapnya AFT, Polri tidak hanya mengamankan satu orang buronan, tetapi juga memutus jalur distribusi penting yang selama ini meracuni masyarakat.
Penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri mengungkap modus operandi tersangka yang cukup unik, yakni menyembunyikan narkotika di dalam boneka kado. Namun, taktik kamuflase tersebut berhasil dibongkar melalui analisis mendalam terhadap jaringan E alias Koko E yang telah ditangkap sebelumnya. Ketajaman analisis tim di lapangan membuktikan bahwa pola kejahatan secanggih apa pun tetap memiliki titik lemah.
Operasi ini semakin mempertegas komitmen Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri dalam memburu pelaku kejahatan transnasional. Tidak ada tempat yang aman bagi buronan Polri di luar negeri selama jaringan Interpol tetap aktif dan responsif. Keberhasilan di Penang ini menjadi pesan peringatan bagi para DPO lainnya bahwa personel Divhubinter Polri akan terus membayangi langkah mereka di mana pun berada.
Setelah penangkapan berhasil dilakukan, Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri langsung bergerak cepat mengurus proses administrasi pemulangan. Koordinasi dengan otoritas Malaysia dilakukan secara intensif agar tersangka bisa segera diterbangkan ke Jakarta. Hal ini dilakukan guna memastikan kepastian hukum berjalan tepat waktu dan tanpa hambatan birokrasi yang berarti di negara tetangga.
Rencananya, pada Senin (6/4/2026), Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri akan mengawal langsung kepulangan AFT dari Penang menuju Indonesia. Pengawalan ketat ini merupakan standar operasional prosedur untuk menjamin keamanan tersangka hingga sampai di tangan penyidik Bareskrim. Proses pemulangan ini sekaligus menandai kemenangan diplomasi keamanan Indonesia di kancah regional.
Setibanya di tanah air, tugas Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri akan dilanjutkan dengan penyerahan tersangka kepada Dittipid Narkoba Bareskrim. Langkah ini menjadi titik awal bagi pengembangan kasus yang lebih besar, guna menguras habis sisa-sisa kekuatan sindikat "The Doctor." Polri berkomitmen untuk tidak memberi ruang sedikit pun bagi peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Indonesia.
Keberhasilan Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri ini menjadi catatan gemilang dalam upaya penegakan hukum lintas batas. Dengan jeratan pasal-pasal berat dalam UU Narkotika yang telah menanti, AFT kini harus menghadapi konsekuensi atas tindakan kriminalnya. Publik pun memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Polri yang terus menjaga kedaulatan hukum Indonesia hingga ke mancanegara.

